Ajar Tembang Dolanan
Monday, October 22, 2012
Tuesday, October 16, 2012
Tari Bali
Tari Bali Laras Pelog Pathet Nem
Lha kae kanca wus wiwit ambeksa
Tari Bali agawe sengseming ati
Tanjak mendak lho, megat driji cagrak
Nyata adiluhung budaya gung nuswantara
Galo kae plerak plerok mripate malorok
Galo kae melok-melok pacakane elok
Ayo dhi, dipepetri yuukk,, mbangun jati diri..
eaoae..aeoaeaoo..aeaoaoaeaeao..
Ayo dipepetri amembangun jati diri
eaoae..aeoaeaoo..aeaoaoaeaeao..
Sunday, October 7, 2012
Menanamkan Cinta Budaya Indonesia sejak Dini
Sejak dahulu kala bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa yang ramah tamah dan memeliki kekayaan ragam budaya yang sangat melimpah. Dari Sabang hingga Merauke kita mungkin tidak akan sanggup menghafalkan darimana asal suatu budaya berasal. Namun yang terpenting saat ini adalah, bukan sekedar mengenal dan menghafalkan budaya Indonesia saja, akan tetapi bagaimana menanamkan rasa cinta kepada budaya bangsa.
Rasa cinta akan budaya bangsa bukanlah dengan demo, melakukan tindakan anarkis ketika budaya kita di klaim oleh negara lain.Sungguh ironi memang, ketika orang mengatakan cinta akan budaya Indonesia akan tetapi mereka sendiri memandang rendah budaya mereka. Dengan dalih jadul (jaman doeloe), ketinggalan jaman, gak gaul dan sebagainya, banyak orang yang tidak pernah atau tidak mau mengenal atau merasa malu jika melihat, mendengarkan, dan menikmati sajian budaya sendiri.
Untuk menanamkan rasa cinta kepada budaya bangsa, sudah seharusnya sedini mungkin kita kenalkan anak-anak kita akan budaya Indonesia. Dalam hal ini peran lembaga pendidikan baik formal maupun non formal berada di tingkat paling atas sebagai ujung tombaknya. Selain itu, peran serta masyarakat dan dukungan pemerintah juga sangat dibutuhkan.
Dengan kerja sama antara lembaga pendidikan, masyarakat dan pemerintah yang terjalin dengan baik dan berkelanjutkan, diharapkan manusia-manusia Indonesia tidak lagi merasa malu dan memandang sebelah mata akan budaya mereka. Sebagai bangsa, kita seharusnya bangga akan budaya yang kita miliki, bukan dengan kemarahan namun dengan keramahan dan kemurahan hati.
Rasa cinta akan budaya bangsa bukanlah dengan demo, melakukan tindakan anarkis ketika budaya kita di klaim oleh negara lain.Sungguh ironi memang, ketika orang mengatakan cinta akan budaya Indonesia akan tetapi mereka sendiri memandang rendah budaya mereka. Dengan dalih jadul (jaman doeloe), ketinggalan jaman, gak gaul dan sebagainya, banyak orang yang tidak pernah atau tidak mau mengenal atau merasa malu jika melihat, mendengarkan, dan menikmati sajian budaya sendiri.
Untuk menanamkan rasa cinta kepada budaya bangsa, sudah seharusnya sedini mungkin kita kenalkan anak-anak kita akan budaya Indonesia. Dalam hal ini peran lembaga pendidikan baik formal maupun non formal berada di tingkat paling atas sebagai ujung tombaknya. Selain itu, peran serta masyarakat dan dukungan pemerintah juga sangat dibutuhkan.
Dengan kerja sama antara lembaga pendidikan, masyarakat dan pemerintah yang terjalin dengan baik dan berkelanjutkan, diharapkan manusia-manusia Indonesia tidak lagi merasa malu dan memandang sebelah mata akan budaya mereka. Sebagai bangsa, kita seharusnya bangga akan budaya yang kita miliki, bukan dengan kemarahan namun dengan keramahan dan kemurahan hati.
| Mengenalkan gamelan kepada anak |
| Kesenian kuda lumping disajikan di pos pentas budaya pada pesta siaga |
| Calung banyumasan merupakan alat musik tradisional khas barlingmascakeb |
| Lomba tari popdaseni |
| Grup karawitan anak |
![]() |
Friday, October 5, 2012
Bocah Dolan ( laras pelog pathet 6 )
Bocah-bocah dolan ndang mrenea
Padhang-padhang mbulan kaya rina
Latare jembar njingglang padhange
Kareben bingar akeh rewange
Ayo padha keplok plok surak hore
Ayo padha keplok plok surak hore
Subscribe to:
Posts (Atom)







